Mujaharah
| Bagian dari seri |
| Islam |
|---|
Mujaharah (bahasa Arab: المجاهرة, translit. al-Mujāharah) adalah istilah dalam Islam yang merujuk pada perbuatan menampakkan, menyebarluaskan, atau menceritakan dosa dan kemaksiatan secara terang-terangan kepada orang lain, padahal Allah telah menutupi aib tersebut. Istilah ini berasal dari kata Arab jahara (جهر) yang berarti "menampakkan" atau "mengumumkan secara terbuka".[1][2]
Dalam literatur hadis, mujaharah dipandang sebagai perbuatan tercela karena menunjukkan sikap tidak menjaga kehormatan diri serta meremehkan dosa yang telah dilakukan. Nabi Muhammad memperingatkan bahwa orang yang membuka aib dan dosanya sendiri termasuk dalam golongan yang terancam tidak memperoleh ampunan sebagaimana umat Islam pada umumnya.[3][4]
Etimologi
Kata mujaharah berasal dari bahasa Arab al-mujāharah (المجاهرة), yang berakar dari kata jahara (جهر) yang berarti "menampakkan", "menyatakan secara terang-terangan", atau "mengumumkan". Dalam konteks syariat Islam, istilah ini digunakan untuk menggambarkan tindakan seseorang yang menampakkan atau mengumumkan dosa yang telah dilakukannya.
Dalil
Konsep mujaharah disebutkan dalam sejumlah hadis Nabi Muhammad. Salah satu hadis yang paling dikenal diriwayatkan oleh Abu Hurairah:
كل أمتي معافى إلا المجاهرين
— Seluruh umatku akan mendapatkan ampunan kecuali orang-orang yang melakukan mujaharah.
Hadis tersebut kemudian menjelaskan bahwa di antara bentuk mujaharah adalah seseorang yang melakukan dosa pada malam hari, lalu pada pagi harinya menceritakan dosa tersebut kepada orang lain, padahal Allah telah menutupi aibnya.[5][6]
Dalam Al-Qur’an juga disebutkan:
“Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui.”[7]
Bentuk
Mujaharah dapat terjadi dalam berbagai bentuk, seperti menceritakan kemaksiatan yang dilakukan kepada orang lain tanpa kebutuhan syar'i, memamerkan perbuatan dosa di hadapan publik, atau menyebarkannya melalui media massa dan media sosial. Namun, para ulama membedakan antara mujaharah yang tercela dengan penyampaian dosa untuk tujuan meminta fatwa, mencari nasihat, atau mendapatkan bantuan agar dapat bertaubat.[4]
Pandangan ulama
Para ulama menjelaskan bahwa mujaharah termasuk dosa yang berbahaya karena mengandung unsur meremehkan kemaksiatan dan membuka aib yang telah Allah tutupi. Selain itu, perbuatan tersebut dapat mendorong orang lain untuk meniru atau menganggap ringan suatu dosa.
Meski demikian, para ulama membolehkan seseorang menyampaikan dosa yang pernah dilakukan apabila terdapat kebutuhan syar'i, seperti meminta fatwa, mencari solusi atas masalah agama, atau meminta bantuan agar dapat meninggalkan kemaksiatan dan bertaubat.
Lihat pula
Referensi
- ^ "Mujaharoh: Pamer Dosa Berujung Neraka – Fakultas Tarbiyah dan Keguruan". Diakses tanggal 2026-06-23.
- ^ admin (2021-07-24). "% Berhati-Hatilah dari Mujaharah » Yayasan Riyadhus Shalihin Indonesia". Yayasan Riyadhus Shalihin Indonesia. Diakses tanggal 2026-06-23.
- ^ "Pengertian Mujahir dalam Islam beserta Ciri-ciri dan Dampaknya". kumparan. Diakses tanggal 2026-06-23.
- ^ a b mylitenotes.com. "Mencegah Maksiat dengan Amar Makruf Nahi Munkar - Website LLDIKTI Wilayah V". lldikti5.kemdiktisaintek.go.id. Diakses tanggal 2026-06-23.
- ^ Sahih al-Bukhari (6069).
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link) - ^ Sahih Muslim.
{{cite book}}: - ^ Q.S. An Nur: 19
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.