Paus Urbanus II


Urbanus II
Uskup Roma
Paus Urban II digambarkan pada miniatur sekitar ca akhir abad ke-12 – awal abad ke-13, sekarang di National Library of France
GerejaGereja Katolik
Awal masa kepausan
12 Maret 1088
Akhir masa kepausan
29 Juli 1099
PendahuluViktor III
PenerusPaskalis II
Imamat
Tahbisan imam
ca 1068
Tahbisan uskup
20 Juli 1085
Pelantikan kardinal
1073
oleh Gregorius VII
Peringkat
  • Diakon Kardinal (1073–1078)
  • Uskup Kardinal (1078–1088)
Informasi pribadi
Nama lahirEudes (Odo) of Châtillon
Lahirca 1035[1]
Lagery, Wilayah Champagne, Kerajaan Prancis
Meninggal29 Juli 1099 (umur 63–64 tahun)
Roma, Negara Kepausan, Kekaisaran Romawi Suci
Jabatan sebelumnya

Paus Urbanus II (Latin: Urbanus II; ca 1035 – 29 Juli 1099), atau dikenal sebagai Odo of Châtillon atau Otho de Lagery,[2][A] adalah kepala Gereja Katolik dan penguasa Negara Kepausan dari tanggal 12 Maret 1088 hingga kematiannya. Dia paling dikenal karena menyelenggarakan Dewan Clermont, yang memicu serangkaian ekspedisi militer Katolik yang dikenal sebagai Perang Salib.[3][4]

Paus Urbanus adalah penduduk asli Prancis dan keturunan keluarga bangsawan dari komune Châtillon-sur-Marne.[5][6] Sebelum menjadi Paus, Urbanus adalah kepala prior agung dari Cluny dan uskup Ostia.[7] Sebagai paus, dia berurusan dengan Antipaus Klemens III, perselisihan internal berbagai negara Kristen, dan invasi Turki ke Anatolia. Pada tahun 1095, ia mulai berkhotbah untuk memulai Perang Salib Pertama (1096–1099).[8][9] Dia menjanjikan pengampunan dan maaf atas semua dosa masa lalu mereka yang akan berjuang untuk merebut kembali Tanah Suci dari umat Muslim dan membebaskan gereja-gereja Timur.[10] Pengampunan ini juga akan berlaku bagi mereka yang memerangi umat Islam di Spanyol. Meskipun Perang Salib Pertama menghasilkan pendudukan Yerusalem dan pengusiran Kekhalifahan Fatimiyah, Paus Urbanus II meninggal sebelum sempat menerima kabar tersebut.

Urbanus II juga mendirikan Kuria Roma modern dengan cara yang menyerupai istana gerejawi kerajaan untuk membantu menjalankan gereja.[11] Dia dibeatifikasi oleh Paus Leo XIII pada tanggal 14 Juli 1881.[12]

Urbanus II dan Perang Salib

Kepausan Paus Urbanus II itu ditandai dengan pertikaian raja Jerman, Henry IV — kelanjutan kebijakan pembaruan oleh Paus Gregorius VIII yang tidak menghasilkan apa-apa. Paus yang baru ini tidak ingin meneruskan pertikaian ini. Namun, ia ingin menyatukan semua kerajaan Kristen. Ketika Kaisar Alexis dari Konstantinopel meminta bantuan Paus melawan orang-orang muslim Turki, Urbanus melihat bahwa adanya musuh bersama ini akan membantu mencapai tujuannya.

Pada tahun 1095 Urbanus mengadakan Konsili Clermont. Di sana ia menyampaikan kotbahnya yang menggerakkan: "Telah tersebar sebuah cerita mengerikan ... sebuah golongan terkutuk yang sama sekali diasingkan Allah ... telah menyerang tanah (negara) orang Kristen dan memerangi penduduk setempat dengan pedang, menjarah dan membakar." Ia berseru: "Pisahkanlah daerah itu dari tangan bangsa yang jahat itu dan jadikanlah sebagai milikmu."

"Deus vult! Deus vult! (Allah menghendakinya)," teriak para peserta. Ungkapan itu telah menjadi slogan perang pasukan Perang Salib. Ketika para utusan Paus melintasi Eropa, merekrut para kesatria untuk pergi ke Palestina, mereka mendapatkan respons antusias dari pejuang-pejuang Prancis dan Italia. Banyak di antaranya tersentak karena tujuan agamawi, tetapi tidak diragukan juga bahwa yang lain berangkat untuk keuntungan ekonomi. Ada juga yang ingin bertualang merampas kembali tanah peziarahan di Palestina, yang telah jatuh ke tangan kaum Saracen.

Dalam banyak hal, Perang Salib telah meninggalkan warisan negatif. Hubungan yang rusak antara gereja-gereja Ortodoks dan gereja-gereja non Katolik dari Timur dan gereja-gereja Barat, dan kekejaman para tentara Perang Salib hanya membuat tentara mereka lebih fanatik. Ditambah lagi, semua pelajaran yang diterima selama peperangan, telah menjadi bagian dari strategi tentara kaum Saracen untuk diterapkan dalam pertempuran melawan orang-orang lain.

Tanggapan yang ditujukan pada panggilan Urbanus, meningkatkan kuasa kepausan. Ia berhasil mengumpulkan sejumlah besar prajurit yang bersedia mati demi imannya, perbuatan yang tidak dapat diremehkan oleh pangeran mana pun.

Pidato

Pada tahun 1095 sebuah pertemuan akbar dilangsungkan di Clermont, Prancis. Dengan pidato yang berapi-api Paus Urbanus II membakar emosi umat Kristen:

"Hai orang-orang Franka, hai orang-orang di luar pegunungan ini, hai orang-orang yang dicintai Tuhan, yang jelas dari perilaku kalian, yang membedakan diri dari bangsa-bangsa lain di muka bumi ini, karena iman kalian, karena pengabdian kalian pada gereja suci; inilah pesan dan himbauan khusus untuk kalian:

Kabar buruk telah tiba dari Yerussalem dan Konstantinopel, bahwa sebuah bangsa asing yang terkutuk dan menjadi musuh Tuhan, yang tidak lurus hatinya, dan yang jiwanya tidak setia pada Tuhan, telah menyerbu tanah orang-orang Kristen dan membumihanguskan mereka dengan pedang dan api secara paksa.

Tidak sedikit orang-orang Kristen yang mereka tawan untuk dijadikan budak, sementara sisanya dibunuh. Gereja-gereja, kalau tidak mereka hancurkan, mereka jadikan masjid. Altar-altar diporak-porandakan. Orang-orang Kristen mereka sunat, dan darahnya mereka tuangkan pada altar atau tempat-tempat pembaptisan. Beberapa mereka bunuh secara keji, yakni dengan membelah perut dan mengeluarkan ususnya. Mereka tendang orang-orang Kristen, dan mereka dipaksa berjalan sampai keletihan, hingga terjerembab di atas tanah. Beberapa dipergunakan sebagai sasaran panah. Ada yang mereka betot lehernya, untuk dicoba apakah bisa mereka penggal dengan sekali tebas. Lebih mengerikan lagi perlakuan mereka terhadap perempuan.

Kewajiban siapa lagi kalau bukan kalian, yang harus membalas dan merebut kembali daerah-daerah itu? Ingatlah, Tuhan telah memberi kalian banyak kelebihan dibandingkan dengan bangsa-bangsa lain: semangat juang, keberanian, keperkasaan dan ketidakgentaran menghadapi siapapun yang hendak melawan kalian. Ingatlah pada keberanian nenek moyang kalian, pada kekaisaran Karel Agung dan Louis, anaknya serta raja-raja lainnya yang telah membasmi Turki dan menegakkan agama Kristen di tanah mereka. Kalian harus tergerak oleh makam kudus Tuhan Yesus Sang Juru Selamat kita, yang kini ada di tangan orang-orang najis; kalian harus bangkit berjuang, karena kalian telah tahu, banyak tempat-tempat suci yang telah dikotori, diperlakukan secara tidak senonoh oleh mereka.

Hai para ksatria pemberani, keturunan nenek moyang yang tak tertaklukkan, janganlah lebih lemah daripada mereka, tetapi ingatlah pada ketidakgentaran mereka. Jika kalian ragu-ragu karena cinta kalian kepada anak-anak, isteri, dan kerabat kalian, ingatlah pada apa yang Tuhan katakan dalam Injil: “Ia yang mengasihi ayah dan ibunya lebih daripada Aku, tidak pantas bagi-Ku”…Jangan biarkan apa yang menjadi kepunyaan kalian menghambat kalian. Kalian tak perlu khawatir dengan apa yang menjadi kepunyaan kalian. Negeri kalian telah padat penduduknya, dan dari semua sisi tertutup laut dan pegunungan. Tak banyak kekayaan di sini, dan tanahnya jarang membuahkan hasil pangan yang cukup buat kalian. Itulah sebabnya sering bertikai sendiri. Hentikan kesalingbencian dan pertengkaran kalian, hentikan peperangan antar sesama kalian. Bergegaslah menuju Makam Kudus, rebutlah kembali negeri itu dari orang-orang jahat, dan jadikan miliki kalian. Negeri itu, seperti dikatakan di dalam Alkitab, berlimpah susu dan madu, Allah memberikannya kepada anak-anak Israel. Yerusalem, negeri terbaik, lebih subur daripada lainnya, seolah-olah surga kedua. Inilah tempat Juru Selamat kita dilahirkan, diperintah dengan kehidupan-Nya, dan dikuduskan dengan penderitaan-Nya. Bergegaslah, dan kalian akan memperoleh penebusan dosa, serta pahala di Kerajaan Surga."

Rujukan

  1. ^ Key Figures in Medieval Europe: An Encyclopedia: "Urban II, Pope (c. 1035–1099, r. 1088–1099)"
  2. ^ Celli-Fraentzel 1932, hlm. 97.
  3. ^ Richard Urban Butler (1912), "Pope Bl. Urban II", in Catholic Encyclopedia, 15, New York, Robert Appleton Company.
  4. ^ Theodore Freylinghuysen Collier (1911), Urban (popes)", in Chisholm, Hugh (ed.), Encyclopædia Britannica, 27, (11th ed.), Cambridge University Press, pp. 789–792.
  5. ^ Key Figures in Medieval Europe: An Encyclopedia, p. 641
  6. ^ Kleinhenz, Ch. Medieval Italy: An Encyclopedia
  7. ^ Becker 1988, hlm. 1:24–90.
  8. ^ Munro, Dana Carleton (1906). "The Speech of Pope Urban II - at Clermont, 1095". The American Historical Review. 11 (2): 231–242. doi:10.2307/1834642. ISSN 0002-8762. JSTOR 1834642..
  9. ^ Chevedden, Paul E. (2013). "Crusade Creationism "versus" Pope Urban Ii's Conceptualization of the Crusades". The Historian. 75 (1): 1–46. doi:10.1111/hisn.12000. ISSN 0018-2370. JSTOR 24455961..
  10. ^ Peters 1971, hlm. 16.
  11. ^ McBrien 2000, hlm. 182.
  12. ^ "Urban II | Biography, Legacy, & Facts". britannica.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 3 March 2025.
  • A. Kenneth Curtis, J. Stephen Lang & Randy Petersen, 100 Peristiwa Penting dalam Sejarah Kristen, Immanuel, 1999. Dapat dibaca di sini



Kesalahan pengutipan: Ditemukan tanda <ref> untuk kelompok bernama "upper-alpha", tapi tidak ditemukan tanda <references group="upper-alpha"/> yang berkaitan

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.