Sitompul
| Sitompul | |||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Tugu Toga Sitompul di desa Sitompul | |||||||||||||
| Aksara Batak | ᯘᯪᯖᯬᯔ᯲ᯇᯮᯞ᯲ (Surat Batak Toba) | ||||||||||||
| Nama marga | Sitompul Tompul | ||||||||||||
| Nama/penulisan alternatif |
| ||||||||||||
| Arti | si + tompul (damai; orang yang membawa damai) | ||||||||||||
| Silsilah | |||||||||||||
| Generasi dari Si Raja Batak |
| ||||||||||||
| Nama lengkap tokoh | Toga Sitompul (Si Raja Tinandangan) | ||||||||||||
| Nama istri | Bunga Marsondang Boru Siregar Dongoran | ||||||||||||
| Nama anak (putra) | Ompu Hobol Batu | ||||||||||||
| Nama boru (putri) | (putri dari Ompu Hobol Batu) Mariana Boru Tompul Sopurpuron (Dinikahi oleh Datu Marhandang Dalu) | ||||||||||||
| Kekerabatan | |||||||||||||
| Induk marga | Raja Sobu | ||||||||||||
| Marga sekerabat | Hasibuan | ||||||||||||
| Turunan |
| ||||||||||||
| Mataniari binsar | Siregar Dongoran | ||||||||||||
| Padan |
| ||||||||||||
| Asal | |||||||||||||
| Suku | Batak | ||||||||||||
| Etnis | |||||||||||||
| Daerah asal | Sitompul, Siatas Barita | ||||||||||||
| Persebaran dengan populasi signifikan | |||||||||||||
| Monumen | |||||||||||||
| Lokasi tugu | Sitompul 1°59′28.5″N 98°59′53.6″E / 1.991250°N 98.998222°E | ||||||||||||
| Paguyuban | |||||||||||||
| Organisasi paguyuban | PRTS (Parsadaan Raja Toga Sitompul) | ||||||||||||
| Pemimpin | Jhonny. F.P. Sitompul (periode 2022-2027) [1] | ||||||||||||
Sitompul atau Tompul (Surat Batak: ᯘᯪᯖᯬᯔ᯲ᯇᯮᯞ᯲) adalah salah satu marga Batak Toba yang berasal dari daerah Sitompul, Siatas Barita, Tapanuli Utara. Leluhur marga Sitompul merupakan anak sulung dari Si Raja Sobu.[2]
Tarombo/Stambok (Silsilah)
| Raja Sobu | |||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Toga Sitompul (Si Raja Tinandangan) Boru Siregar Dongoran | Si Raja Hasibuan | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Ompu Hobol Batu 1. Boru Sinaga 2. Boru Situmorang | |||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Sabar Dilaut (Lumbantoruan) Boru Sinaga | Handang Dilaut (Lumbandolok) Boru Situmorang | Sabut Nabegu (Siringkiron) Boru Napitupulu | Lintong Ditao (Sibangebange) Boru Pasaribu | ||||||||||||||||||||||||||||||||
Toga Sitompul yang dikenal juga dengan nama Si Raja Tinandangan yang menjadi leluhur dari marga Sitompul, Toga Sitompul menikah dengan Bunga Marsondang Boru Siregar Dongoran, putri dari Raja Dongoran Siregar dari Muara, Tapanuli Utara, dan memperoleh seorang putra, yaitu:
Ompu Hobol Batu yang menikah dengan Pangauan Boru Sinaga dan Boru Situmorang serta memiliki empat orang putra, yaitu:
- Sabar Dilaut (Sitompul Lumbantoruan)
- Handang Dilaut (Sitompul Lumbandolok)
- Sabut Nabegu (Sitompul Siringkiron)
- Lintong Ditao (Sitompul Sibangebange)
Ompu Hobol Batu juga memiliki seorang putri dari istri keduanya Boru Situmorang adapun putri tunggal dari Ompu Hobol Batu bernama Mariana yang digelari Boru Tompul Sopurpuron yang kemudian dinikahi oleh Datu Marhandang Dalu (Datu Rimbang Saudara Soaloon).
Parpadanan (Hubungan Perjanjian) Sitompul dan Tampubolon
Raja Mataniari, anak pertama Raja Sapala Tua Tampuk Nabolon (Tampubolon) dan cucu Tuan Sihubil, mempunyai 8 anak yaitu Rudang Nabolon, Ompu Sidomdom (Baringbing), Ompu Simangan Dalan (Baringbing), Ompu Ginjang ni Porhas (Baringbing), Sondi Raja (Silaen), Badiaraja, Alang Pardosi (Pohan Barus), dan Raja Unduk (Karokaro Barus). Karena sesuatu hal, Sondiraja (Silaen) tidak cocok dengan Badiaraja. Karena itu Badiaraja pergi merantau ke arah hutan Sirambe dan terus ke Lobu Simataniari, tempat bermukim Toga Sitompul (anak sulung Raja Sobu). Adapun anak Raja Sitompul adalah Ompu Hobol Batu. Ketika Badiaraja sampai di tempat itu, ibu Hobol Batu (istri Toga Sitompul) yaitu Bunga Marsondang Boru Siregar Dongoran sedang menangis (mangandung) karena anaknya Hobol Batu mati terbunuh oleh babi hutan berkalung rantai. Hobol Batu meninggalkan dua isteri yang kebetulan keduanya sedang hamil yaitu Pangauan Boru Sinaga dan Boru Situmorang.
Ibu Hobol Batu bertemu dengan Badiaraja, dan menurut penglihatannya Badiaraja yang ada di hadapannya itu persis seperti anaknya yang meninggal itu. Kemudian si ibu itu menawarkan kepada Badiaraja, yang memperkenalkan diri dengan nama Raja Somundur, agar mau membunuh babi hutan berkalung rantai itu. Apabila bisa membunuh babi hutan tersebut, maka segala peninggalan Hobol Batu termasuk dua isterinya yang sedang hamil akan menjadi milik Badiaraja. Selain itu, Badiaraja akan dianggap sebagai anaknya yang menjadi ganti dari mendiang Hobol Batu sekaligus diangkat menjadi bagian dari keluarga Sitompul.
Badiaraja pun menerima tawaran tersebut. Mereka berikrar akan selalu mengingat dan melaksanakan apa yang sudah disepakati. Badiaraja pun berangkat memburu babi hutan berkalung rantai itu dengan membawa tombak siringis pemberian ibunya Boru Sitorus Pane. Mula-mula dia mengamati di mana ada kubangan yang biasa digunakan babi hutan mandi lumpur (margulu). Setelah ditemukan, dia naik ke pohon yang dekat ke kubangan itu menunggu dan mengamati babi berkalung rantai itu. Tidak berapa lama, babi berkalung rantai itu pun datang dan mandi lumpur (berkubang). Dilihatnya babi itu lebih dulu melepas rantai dengan mengaitkannya ke ranting kayu, barulah babi itu berkubang. Pada hari berikutnya Badiaraja datang lagi dan memanjat setelah mempersiapkan alat pengait. Seperti hari sebelumnya, babi berkalung rantai itupun datang dan melepas rantai itu ke ranting kayu lalu berkubang. Kesempatan itu segera dimanfaatkan Badiaraja mengait kalung rantai itu dan langsung dipakainya. Dia langsung turun dan dapat membunuh babi hutan yang tidak lagi berkalung itu.
Badiaraja memotong kepala babi hutan itu dan membawa pulang. Ditunjukkanlah ke ibu Hobol Batu dan kedua isteri Hobol Batu. Mereka bergembira atas kesanggupan Badiaraja membunuh babi itu. Ibu Hobol Batu pun menyerahkan semua harta peninggalan Hobol Batu menjadi milik Badiaraja, termasuk kedua isteri mendiang Hobol Batu menjadi isteri Badiaraja yang memperkenalkan diri dengan nama Raja Somundur itu.
Badiaraja berikrar akan menganggap dirinya sebagai pengganti Hobol Batu dan keturunannya pun akan menggunakan marga Sitompul. Tak seberapa lama antaranya, kedua isterinya itupun melahirkan. Anak yang lahir dari isteri pertama diberi nama Sabar Dilaut yang kemudian hari keturunannya menggunakan marga Sitompul Lumbantoruan. Kemudian anak dari isteri kedua diberi nama Handang Dilaut yang kemudian hari keturunannya menggunakan marga Sitompul Lumbandolok. Selanjutnya buah perkawinan Badiaraja (Raja Somundur) dengan kedua isteri Hobol Batu itu, adalah kedua isterinya yang masing-masing melahirkan 1 anak laki-laki. Dari isteri pertama dinamakan Sabut Nabegu yang kemudian kemudian hari keturunannya menggunakan marga Sitompul Siringkiron, dan dari isteri kedua dinamakan Raja Lintong Ditao yang kemudian hari keturunannya menggunakan marga Sitompul Sibangebange.
Badiaraja atau Raja Somundur berpesan kepada keempat anak-anaknya bahwa mereka adalah marga Sitompul. Mereka berempat jangan sampai ada membeda-bedakan yang mana berdarah Sitompul dan yang mana berdarah Tampubolon Silaen. Sondiraja, kakak laki-laki dari Badiaraja, sudah lama menikah tetapi tidak kunjung juga dikaruniai anak. Orang pintar menyarankan agar Sondi Raja berbaikan kepada adiknya Badiaraja, barulah dia akan dikaruniai anak. Karena itu Sondiraja pergi mencari adiknya Badia Raja. Setelah bertemu, Sondi Raja meminta maaf kepada adiknya, karena Sondiraja sempat berniat membunuh adiknya. Badia Raja pun menerima permintaan maaf abangnya, lalu menceritakan semua yang sudah dia lakukan termasuk dirinya yang sudah menjadi bagian dari keluarga Sitompul. Apa yang sudah dilakukan Badiaraja dapat diterima Sondiraja, bahkan disyukuri. Merekapun berbaikan dan bersukacita. Seekor babi disembelih dan daging babi bagian perutnya (boltok) diambil dan dimasak secara khusus. Mereka berdua makan bersama daging bagian boltok itu dengan cara menggigit bersama sebagai tanda tetap bersaudara dekat.
Dari cerita inilah hubungan marga Sitompul dan Tampubolon disebut hubungan marsaboltok (satu rahim). Sampai sekarang, hubungan tersebut terpelihara dengan baik, hingga kedua marga tersebut dilarang saling mengawinkan anak. Nama anak-anak Sondi Raja pun yang keturunannya bermarga Silaen, disesuaikan dengan nama anak-anak Badiaraja Sitompul, yaitu: Silaen Lumbantoruan, Silaen Lumbandolok, Silaen Siringkiron dan Silaen Sibange-bange. Demikianlah cerita Badiaraja yang menjadikan marga Sitompul dan marga Tampubolon mempunyai hubungan dongan saboltok (saudara satu rahim). Ada juga yang berpendapat bahwa yang terjadi adalah kebalikan dari yang diceritakan di atas. Katanya anak Toga Sitompul itulah yang berasimilasi ke marga Tampubolon. Perlu dijelaskan bahwa cerita yang disajikan di atas disarikan dari buku Pustaha Tumbaga Holing, tulisan Raja Patik Tampubolon.[3]
Tokoh
Beberapa tokoh yang bermarga Sitompul, di antaranya adalah:
- Anggara Sitompul
- Darwin Sitompul
- Hendrik Halomoan Sitompul
- Hotma Sitompul
- Iskandar Sitompul
- Johnny Fritz Pandapotan Sitompul
- Manahan Malontinge Pardamean Sitompul
- Mananti Sitompul
- Marisha Magdalena Sitompul
- Martinus Sitompul
- Maruli Sitompul
- Monang Hatorangan Sitompul
- Ruhut Sitompul
- Siddik Sitompul
- Syekh Ibrahim Sitompul
Galeri
-
Tugu Toga Sitompul
-
Tugu Toga Sitompul
-
Prasasti Tugu Toga Sitompul
Referensi
- ^ https://demokratis.co.id/munas-lll-parsadaan-raja-toga-sitompul-berjalan-sukses/
- ^ "PRTS Official Portal - PRTS Bidang Litbang Mensosialisasikan Tarombo Sitompul". prts.or.id (dalam bahasa American English). 2024-07-29. Diakses tanggal 2025-05-21.
- ^ "PRTS Official Portal - Parpadanan Sitompul dan Tampubolon". prts.or.id (dalam bahasa American English). 2024-07-29. Diakses tanggal 2025-05-21.
Sumber
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.