Bank Mega

Bank Mega
Nama sebelumnyaPT Bank Karman (1969–1992)
PT Mega Bank (1992–2000)
BEI: MEGA
IndustrIJasa keuangan
Kantor pusat
Indonesia Sunting ini di Wikidata
Tokoh kunci
Kostaman Thayib
(Direktur Utama)
Chairul Tanjung
(Komisaris Utama)
ProdukMega Dana
Mega Credit Card
Mega First
M-Smile
Layanan
PendapatanPenurunan Rp 10,19 triliun (2025)[1]
Kenaikan Rp 3,36 triliun (2025)[1]
Total asetKenaikan Rp 140,82 triliun (2025)[1]
Total ekuitasKenaikan Rp 25,07 triliun (2025)[1]
PemilikCT Corp
Jumlah karyawan
5.287 (2025)[1]
IndukPT Mega Corpora (58,02%)
Situs webbankmega.com

PT Bank Mega Tbk adalah sebuah bank swasta devisa terkemuka di Indonesia. Didirikan pada tahun 1969, bank ini berkantor pusat di Jakarta dan merupakan bagian dari CT Corp. Bank Mega saat ini dipimpin oleh Kostaman Thayib, dan hingga akhir 2025 memiliki 8 kantor wilayah, 55 kantor cabang, 300 kantor cabang pembantu dan 463 ATM yang tersebar di sejumlah daerah di Indonesia.[1]

Sejarah

Bank Mega bermula dari PT Bank Karman (Karya Aman atau Karya Mandiri)[2] yang didirikan pada 15 April 1969 dan mulai beroperasi sebagai bank umum pada tahun yang sama. Bank Karman merupakan bank keluarga[1] yang sempat beberapa kali berganti kepemilikan,[3] hingga akhirnya dimiliki oleh Rahmat dan Tjahjono Goenadi di akhir 1980-an.[4][5] Meskipun dikenal sebagai bank sehat,[6] ukuran bisnisnya relatif kecil, dengan pada tahun 1987 hanya memiliki aset Rp 16,73 miliar. Bank Karman berkantor pusat di Jl. Kembang Jepun No. 180-184, Surabaya,[4] dan memiliki 2 kantor cabang per tahun 1988.[6]

Bank Karman baru mulai menggeliat setelah hadirnya kebijakan Pakto 88, dengan mencatatkan kenaikan aset hingga Rp 111 miliar dan membuka beberapa kantor cabang baru, seperti di Jakarta, Malang, Gresik dan Singaraja, sehingga jaringannya mencapai 10 kantor.[7][8] Bank Karman selanjutnya mengalami pergantian kepemilikan lewat masuknya tiga pemegang saham baru. Mereka adalah pebisnis taksi Zebra Surabaya Pudjianto, Yayasan Jaminan Sosial Karyawan Bapindo, dan pengusaha muda Ade Nasution. Setelah akuisisi selesai pada 11 Maret 1991,[5] ketiganya masing-masing memiliki 35%, 20% dan 20% saham bank ini, sedangkan sisa 25%-nya masih dipegang Tjahjono Goenadi.[2][7] Pasca perubahan tersebut, PT Bank Karman mengganti namanya menjadi PT Mega Bank di tahun 1992,[2] dilanjutkan perpindahan kantor pusat ke Jakarta mulai 30 April di tahun yang sama.[9]

Sayang, kinerja Mega Bank kemudian mengalami penurunan drastis, dengan 90% kreditnya berstatus macet dan pembukuannya masih dilakukan secara tradisional. Pada saat itulah, hadir nama pengusaha muda Chairul Tanjung, pemilik Para Group (kini CT Corp) sebagai penyelamat Mega Bank. Seperti dituturkannya dalam buku Chairul Tanjung si Anak Singkong, ia terpanggil membenahi bank ini setelah dibujuk oleh direktur utama Bapindo saat itu, Arbali Sukanal. Setelah melalui sejumlah perundingan, pada akhir 1995, Chairul setuju untuk mengambilalih Mega Bank dengan harga hanya Rp 1, meskipun wajib menyetorkan modal segar Rp 50 miliar. Lewat mencicil secara bertahap dan menarik kas internal Para Group, proses akuisisi akhirnya selesai dilakukan pada 31 Maret 1996.[10]

Chairul kemudian menempatkan eks-direktur utama Telkom, Cacuk Sudarijanto sebagai pemimpin Mega Bank yang baru. Keduanya secara perlahan membenahi kinerja maupun neraca bank ini, sehingga pada awal 1997 sudah menjadi bank sehat.[10] Citra baru pun hadir sejak Juni 1997 lewat pengenalan logo baru dan nama dagang perusahaan sebagai Bank Mega, demi memperkuat identitasnya ke masyarakat sebagai lembaga keuangan berbasis kepercayaan. Prestasi kembali ditorehkan ketika krisis moneter 1997-1998, dimana ketika banyak bank di Indonesia bangkrut, Bank Mega justru mengalami kelebihan likuiditas dan meraih keuntungan signifikan,[10] sehingga tidak terdampak sama sekali.[11] Malahan, nama Bank Mega terangkat lewat sejumlah iklan-iklan sejuk di televisi seperti "Mega Shalawat" dan "Acong-Joko-Sitorus" yang hadir di saat kondisi sosial Indonesia sedang panas-panasnya.[12] Bank Mega berkembang menjadi salah satu bank besar, dan menjadi dasar bagi munculnya Chairul sebagai salah satu konglomerat papan atas di negeri ini.[13]

Sejak 17 Januari 2000, nama korporat PT Mega Bank diubah menjadi PT Bank Mega[1] yang tetap digunakan sampai saat ini. Selanjutnya, dalam rangka memperkuat struktur permodalan, pada 17 April 2000 Bank Mega melaksanakan Initial Public Offering dengan mencatatkan sahamnya di BEJ maupun BES (kini Bursa Efek Indonesia). Melalui aksi korporasi tersebut, Bank Mega melepas 112,5 juta sahamnya dengan harga penawaran Rp 1.200/lembar,[14] sehingga sebagian sahamnya kini dimiliki oleh publik. Pasca menjadi perusahaan terbuka, Bank Mega memperoleh izin dari Bapepam-LK sebagai wali amanat pada tanggal 2 Agustus 2000, disusul izin bank devisa berdasarkan Surat Keputusan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia No. 3/1/KEP/DGS/2001 tertanggal 31 Januari 2001.[1] Di tahun ini, Bank Mega telah memiliki 72 kantor cabang yang tersebar di berbagai daerah dan dianggap sebagai salah satu bank dengan pertumbuhan paling cepat di Asia Pasifik.[15] Pada tahun 2006, Bank Mega untuk pertama kalinya mencatatkan aset diatas Rp 20 triliun, yang selanjutnya naik 3 kali lipat menjadi Rp 62 triliun di tahun 2011.[10]

Pada tanggal 20 Juni 2013, Bank Mega meluncurkan logo baru dan semboyan baru "Untuk Indonesia yang Lebih Baik".[16] Identitas baru ini merupakan refleksi yang mendalam atas harapan Bank Mega untuk berkiprah membangun Indonesia menjadi bangsa yang memiliki keunggulan dan pantang menyerah. Penegasan simbol "M" menjadi representasi dari aspirasi, optimisme, peluang dan cita-cita masyarakat Indonesia serta keinginan untuk membangun masa depan keluarga dan bangsa yang lebih baik dan lebih sejahtera. Rangkaian warna-warna hangat melambangkan energi dan semangat Bank Mega, pemikiran yang baru dan solusi finansial menyeluruh bagi nasabah serta insan Bank Mega. Transformasi logo dan semboyan baru Bank Mega menjadi cerminan semangat seluruh elemen Bank Mega dalam mewujudkan cita-cita Indonesia. Seluruh elemen Bank Mega sepakat untuk mewujudkan cita-cita tersebut dan akan mampu memberikan yang terbaik bagi bangsa Indonesia.

Pada tahun 2016, Bank Mega ditunjuk sebagai salah satu bank gateway oleh Pemerintah untuk menerima dan mengelola dana repatriasi para wajib pajak pada program Tax Amnesty. Bank Mega memiliki kantor pusat di Menara Bank Mega Jakarta. Hingga kini Bank Mega masih merupakan bank yang kepemilikannya 100% milik warga Indonesia, saat mayoritas usaha di sektor keuangan Indonesia banyak dimiliki oleh pemodal asing. Bank Mega memiliki visi "Menjadi Kebanggaan Bangsa", sedangkan misi Bank Mega adalah mewujudkan hubungan baik yang berkesinambungan dengan nasabah melalui layanan perbankan inovatif dan sinergi dengan didukung oleh ekosistem yang terintegrasi, sumber daya manusia yang profesional serta kemampuan kinerja organisasi terbaik untuk memberikan nilai tambah yang tinggi bagi seluruh pemangku kepentingan (stakeholder).

Slogan

Bagian-bagian pada kartu kredit yang diterbitkan oleh Bank Mega.
Mulai Berakhir Slogan
1 Januari 1992 30 Juni 1997 "Menuju Masa Depan Bersama Mega Bank"
1 Juli 1997 20 Juni 2013 "Mega Tujuan Anda"
20 Juni 2013 20 Januari 2016 "Untuk Indonesia yang Lebih Baik"
20 Januari 2016 sekarang "Keuntungan Sepanjang Masa"

Pimpinan

Pimpinan Bank Mega terdiri atas Dewan Komisaris dan Direksi.[17] Susunan terbaru diumumkan setelah Rapat Umum Pemegang Saham pada 24 Februari 2023.[18]

Dewan Komisaris
  • Komisaris Utama: Chairul Tanjung
  • Komisaris Independen: Achjadi Ranuwisastra
  • Komisaris Independen: Lambock V. Nahattands
  • Komisaris Independen: Hizbullah
Direksi

Per 28 Maret 2025.[19]

  • Direktur Utama: Kostaman Thayib[20]
  • Wakil Direktur Utama: Indivara Erni
  • Direktur Compliance & Human Capital: Yuni Lastianto
  • Direktur Wholesale Banking: Madi Darmadi Lazuardi
  • Direktur Treasury & International Banking: Martin Mulwanto
  • Direktur Operations & Information Technology: Y.B. Hariantono
  • Direktur Retail Banking: Heriwan Gazali

Produk dan layanan

Simpanan

  • Tabungan Individu
    • Mega Dana
    • Mega Maxi (Tabungan Bisnis)
    • Mega Absolut
    • Mega Ultima
    • Mega Valas
    • Mega Payroll
    • Mega Rencana
    • Mega Berbagi
    • Mega Perdana
    • Tabunganku
  • Tabungan Giro
    • Mega Giro
    • Mega Giro Valas
  • Tabungan Deposito
    • Mega Depot

Pinjaman

  • Pinjaman Individu
    • Mega Guna
    • Mega Oto
    • Mega Griya
    • Mega Reno
  • Pinjaman Bisnis
    • Mega KUK (Kredit Usaha Kecil)
    • Mega KUM (kredit Usaha Menengah)
    • Mega Linkage Program (Pembiayaan Tak Langsung)

Pembiayaan

  • Mega Oto Joint Finance
  • Mega Oto Asset Purchase
  • Mega Inventory Financing
  • Mega Supplier Financing

Treasury

  • Mega Bank Note
  • Mega Devisa
  • Mega Currency Swap

Kartu Kredit

  • Mega Visa Infinite
  • Mega Visa Platinum
  • Mega Visa Gold
  • Mega Visa Silver
  • Metro Mega Card (Kerjasama dengan Metro Department Store)
  • Transmart Mega Card (Kerjasama dengan Transmart)
  • TSM Ultima Card (Kerjasama dengan Trans Studio)

Perbankan Elektronik

  • Mega Mobile
  • Mega Internet
  • Mega Internet Bisnis
  • Mega Virtual Account
  • Mega ATM
  • Mega Pass (Kartu Debit)
  • Mega Cash (Uang Elektronik)
  • Mega Virtual (Rekening Uang Elektronik)

Perbankan Internasional

  • Mega Remittance
  • Trade Finance
    • Mega Trade Finance Guarantee
    • Mega Trade Finance Ekspor
    • Mega Trade Finance Impor

Layanan Lain

  • MegaCall
  • ATM
  • Mega Transfer
  • Mega Inkaso
  • Mega Kliring
  • Money Gram
  • Mega Intercity Clearing
  • Mega SDB (Safe Deposit Box)
  • Mega First (Layanan Pribadi)

Referensi

  1. ^ a b c d e f g h i "AR Bank Bank Mega Tbk PT 2025" (PDF). Bank Mega. Diakses tanggal 18 April 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ^ a b c Warta ekonomi: mingguan berita ekonomi & bisnis
  3. ^ Informasi, Masalah 215-220
  4. ^ a b Directory of Banks in ASEAN.
  5. ^ a b Informasi
  6. ^ a b Banks and Financial Institutions in Indonesia Directory
  7. ^ a b Warta ekonomi: mingguan berita ekonomi & bisnis, Volume 2,Masalah 40-52
  8. ^ Tempo
  9. ^ Informasi
  10. ^ a b c d Diredja, Tjahja Gunawan (2012). Chairul Tanjung Si Anak Singkong. Penerbit Buku Kompas. hlm. 197–219. ISBN 978-979-709-661-8.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  11. ^ Liem Sioe Liong's Salim Group
  12. ^ Hermawan Kartajaya on marketing
  13. ^ Wealth Management
  14. ^ Sejarah dan Profil Singkat MEGA (Bank Mega Tbk)
  15. ^ BRIEF PROFILE
  16. ^ Bank Mega Punya Logo Baru
  17. ^ "Manajemen Komite". Diakses tanggal 29 Desember 2023.
  18. ^ "Bank Mega akan Tebar Dividen Rp 2,84 Triliun dari Laba Bersih Tahun Buku 2022". 24 Februari 2023. Diakses tanggal 29 Desember 2023.
  19. ^ "RUPST Bank Mega Kembali Mengangkat Kostaman Thayib Sebagai Direktur Utama". Kontan. 28 Maret 2025. Diakses tanggal 21 Agustus 2025.
  20. ^ "Kostaman Thayib jadi Direktur Utama Bank Mega". detikcom. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-04-20. Diakses tanggal 2013-04-17. {{cite news}}:

Pranala luar

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.