Mingun Sayadaw
Mingun Sayadaw | |
|---|---|
မင်းကွန်းဆရာတော် | |
Patung Mingun Sayadaw di Myanmar | |
| Gelar | Sayadaw |
| Kehidupan pribadi | |
| Lahir | Maung Khin 1 November 1911 |
| Meninggal | 9 Februari 1993 (umur 81) |
| Kebangsaan | Burma |
| Pekerjaan | Biku |
| Kehidupan religius | |
| Agama | Buddhisme |
| Mazhab | Theravāda |
| Nama darma | Shin Vicittasara Vicittasārābhivaṃsa (IAST) bahasa Burma: ဝိစိတ္တသာရာဘိဝံသ (Burma) |
| Posisi senior | |
| Guru | • U Sobhita • Daw Dhammacari • U Pannacakka.[1] |
| Berbasis di | Mingun, Divisi Sagaing, Myanmar |
| Bagian dari seri tentang |
| Buddhisme Theravāda |
|---|
| Buddhisme |
Yang Mulia Mingun Sayadaw U Vicittasārābhivaṃsa (bahasa Burma: မင်းကွန်းဆရာတော် ဦးဝိစိတ္တသာရာဘိဝံသ, pengucapan bahasa Burma: [mɪ́ɰ̃ɡʊ́ɰ̃ sʰəjàdɔ̀ ʔú wḭseiʔda̰ θàɹà bḭwʊ̀ɰ̃θa̰]; 1 November 1911 – 9 Februari 1993) adalah seorang biku buddhis Theravāda Burma, yang paling dikenal karena kemampuan daya ingatnya yang luar biasa dan perannya dalam Sidang Buddhis Keenam (Konsili Buddhis Keenam).[2] Ia dijuluki sebagai The Book Man (Manusia Buku), dan dinobatkan sebagai pemegang rekor dunia untuk kategori memori/daya ingat manusia oleh Guinness World Records pada tahun 1985.
Setelah menyelesaikan perannya sebagai "Penjawab Utama" dalam Sidang/Konsili Keenam, sejak tahun 1956 hingga 1969, ia menulis The Great Chronicles of Buddhas (Kronik Agung Para Buddha), sebuah karya literatur yang terdiri dari 6 volume.[3]
Ia mewariskan dua peninggalan utama: peninggalan spiritual, melalui berbagai tulisan dan rekaman audionya yang melantunkan teks-teks suci Buddhisme Theravāda; serta peninggalan materiel, yakni berkat perannya, sebuah rumah sakit yang didedikasikan bagi kaum religius berhasil dibangun di Mandalay, di samping pendirian Universitas Pariyatti Sāsana Negeri Mandalay.[4][5]
Biografi
Kehidupan awal dan pendidikan
Yang Mulia Mingun Sayadaw lahir dengan nama Maung Khin dari pasangan U Sone dan Daw Sin pada tahun 1911 di Desa Kyipin, Kotapraja Myingyan, Provinsi Mandalay, Burma Britania. Sejak usia 4 tahun, menyusul kematian ayahnya, Maung Khin kecil dibesarkan oleh kakeknya. Semasa mudanya, ia dikenal akan sifatnya yang pendiam dan sangat menjaga kebersihan.[6]
Pada usia 5 tahun, ia dikirim ke vihara desa, sesuai dengan tradisi umat Buddha Burma, untuk memperoleh pendidikan dasar monastik. Sayadaw yang memimpin vihara tersebut adalah U Sasana, yang pernah menempuh pendidikan di Vihara Nan Oo, sebuah vihara terkemuka di Mandalay.[6]
Kakeknya, U Chai, mengajarinya berbagai paritta dan pelafalan Buddhis. Kelak, pelafalan inilah yang akan membuatnya meraih banyak pengikut dan ketenaran sebagai Mingun Sayadaw. Pada usia 7 tahun, ia ditahbiskan sementara sebagai samanera (calon biku) mengikuti tradisi Theravāda di Min Kyaung Taik di Myingyan, dengan U Sobhita sebagai guru pembimbingnya. Pada saat itu, daya ingat Maung muda sudah sangat berkembang. Selain teks-teks keagamaan, ia membaca segala hal yang bisa ia temukan—majalah, novel, buku, dan lain-lain—sebagai wujud kehausannya akan ilmu pengetahuan.[6]
Latar belakang keagamaan
Pada usia 10 tahun, ibunya mensponsori penahbisannya ke dalam Sangha, yang kembali di bawah bimbingan U Sobhita. Ia dianugerahi nama monastik Shin Vicittasara, yang berarti "Luar Biasa" dalam bahasa Pali. Kehidupan keagamaan Mingun Sayadaw diwarnai dengan rangkaian ujian sangha yang ia ikuti hampir setiap tahun. Pada usia 13 tahun, ia mengikuti Ujian Vinaya yang diselenggarakan oleh Asosiasi Sanghasamaggi di Myingyan, yang mulai mengangkat namanya di kalangan religius setempat. Tahun berikutnya, ia mengikuti Ujian Pariyatti, dan ia berhasil melafalkan seluruh isi kitab Abhidhamma di luar kepala di hadapan para biku senior yang menjadi pengawas. Setelah itu, ia terus mengikuti berbagai ujian tingkat keagamaan lainnya.[6]
Pada tahun 1930, Shin Vicittasara pindah ke Mingun di Divisi Sagaing untuk melanjutkan studi tingkat lanjut di Vihara Dhammananda. Sejak saat itu hingga akhir hayatnya pada tahun 1993, ia menetap di Mingun, dan kemudian dikenal secara luas sebagai "Mingun Sayadaw". Ia menerima dukungan yang besar dari seorang thilashin (sayalay, kaum monastik perempuan buddhis Burma), Daw Dhammacari. Pada tahun yang sama, ia ditahbiskan penuh sebagai seorang biku (upasampadā) berkat dukungan dari Sir dan Lady Thwin. Pada tahun 1933, ia dianugerahi gelar langka Pahtamakyaw karena berhasil lulus dari Ujian Keagamaan Tingkat Tertinggi sebagai peraih nilai terbaik di angkatannya.[2][7]
Asosiasi Mahā Saṅghasamaggi, lembaga penyelenggara ujian-ujian keagamaan, menyematkan sufiks kehormatan Abhivaṃsa di belakang namanya pada tahun 1934. Dengan demikian, Sayadaw menyandang nama Dhamma yang kelak membuatnya menjadi seorang yang termasyhur di seluruh Myanmar.[8]
Dari tahun 1950 hingga 1953, Sayadaw mengikuti dan lulus Ujian Seleksi Tipiṭakadhara yang diselenggarakan oleh negara. Atas prestasinya tersebut, pemerintah Persatuan Burma yang baru merdeka menganugerahinya berbagai gelar dan penghormatan. Pada tahun 1953, ia menjadi biku pertama yang dianugerahi gelar agung Tipiṭakadhara, yang berarti Sang Penjaga dan Pelindung Tipitaka.[2] Dari tahun 1956 hingga 1969, atas permintaan pemerintah, ia menulis sebuah kitab yang kelak menjadi karya terbesarnya, The Great Chronicles of Buddhas dalam 6 volume (lihat detail di bawah).[3]
Ketika para donatur kaya menawarkan diri untuk membangun fitur ornamen dekoratif di viharanya, ia justru menyarankan bahwa akan jauh lebih bermanfaat jika dana tersebut dialokasikan untuk membangun rumah sakit, klinik, atau sekolah di daerah-daerah terpencil yang sangat tertinggal.[9]
Sebatas kekuatan fisiknya mengizinkan, ia memberikan khotbah keagamaan di mana pun ia diundang, hingga di penghujung usianya. Kepada mereka yang menyarankannya untuk beristirahat, ia selalu membalas bahwa sebagai seorang biku, ia hanya melakukan apa yang sudah seharusnya dilakukan oleh seorang biku.[10]
Sidang buddhis keenam
Di bawah naungan dan dukungan dari pemerintahan U Nu, Sidang Buddhis Keenam (Chaṭṭha Saṅgāyana) diselenggarakan di Gua Mahapasana yang sengaja dibangun khusus untuk acara tersebut di kompleks Pagoda Kaba Aye, Yangon, dari tahun 1954 hingga 1956. Bersama dengan Yang Mulia Mahasi Sayadaw, Mingun Sayadaw memegang peran sentral dalam Komite Eksekutif Sangha. Sebagai "Penjawab Utama", ia bertugas menjawab segala pertanyaan yang diajukan seputar Vinaya, yaitu bagian dari Tripitaka Pali yang memuat aturan kedisiplinan Sangha. Sayadaw dilaporkan mampu mengingat secara akurat hingga perihal kitab, halaman, dan baris dari setiap istilah yang terdapat di dalam keseluruhan Tripitaka Pali.[2]
Universitas Dagon Myanmar, bertepatan dengan Peringatan Perak 25 Tahun Risetnya, merilis sebuah artikel yang bertajuk Kontribusi Mingun Sayadaw terhadap Konsili Buddhis Keenam yang Agung. Berikut adalah kutipannya:
Dampak dari Sidang/Konsili Buddhis Keenam jauh melampaui batas wilayah Myanmar. Tidak hanya menghasilkan naskah-naskah Pali yang dimurnikan dan dibakukan sebagai versi Konsili Keenam, tetapi pesan perdamaian dan toleransi pun ikut menggaung ke seluruh dunia sebagai buah dari konsili ini. Teks-teks Pali versi Konsili Keenam ini bertransformasi menjadi referensi yang mudah dirujuk. [...]
Penampilan luar biasa dari Yang Mulia Sayadaw sebagai Penjawab di dalam Sidang telah mengangkat derajat keluhuran serta memastikan kesuksesan Konsili Buddhis Keenam, dan memberikan sumbangsih yang tak ternilai bagi pelestarian dan pembabaran Buddha Sāsanā (ajaran-ajaran Buddha) berabad-abad yang akan datang.[11]
Karya utama
Pasca selesainya Konsili, ia mengabdikan dirinya dalam karya literatur. Memenuhi permohonan Perdana Menteri U Nu dan Dewan Sasana Buddhis, ia menyusun sebuah risalah riwayat perjalanan hidup para Buddha, yang berjudul Mahā Buddhavaṃsa sejak tahun 1956 hingga 1969.[3]
Risalah tersebut, yang diterbitkan dalam 6 volume dengan judul terjemahan Inggris The Great Chronicles of Buddhas, diakui sebagai adikarya dan pencapaian puncak dari warisan sastra Sayadaw.[12]
Tahun-tahun terakhir dan kemangkatan
Mingun Sayadaw telah menginjak usia 80-an ketika junta militer Myanmar menggulingkan pemerintahan dan mengambil alih kekuasaan. Ia memisahkan diri dari aksi-aksi unjuk rasa dan gerakan pro-demokrasi Pemberontakan 8888. Ketika junta memperkuat cengkeramannya, pemerintah mendekati Sayadaw dan memintanya untuk hadir di berbagai acara keagamaan negara, undangan yang kemudian dipenuhinya. Meskipun Sayadaw sama sekali tidak berkecimpung di panggung politik, beberapa elemen garis keras dari pergerakan pro-demokrasi mengecamnya sebagai kepanjangan tangan pemerintah. Kendati demikian, wibawa dan reputasinya tak sedikit pun memudar, sebab ia terus menjalankan tugas-tugas keagamaannya hingga titik darah penghabisan.[13]
Semenjak berakhirnya Konsili, Mingun Sayadaw sempat jatuh sakit parah.[14] Kesehatan fisiknya selalu rentan sesudahnya.
Ia mangkat pada tanggal 9 Februari 1993, diakibatkan oleh komplikasi infeksi virus yang mewabah di tahun 1992. Prosesi pemakamannya dilangsungkan secara kenegaraan, yang turut dilayat oleh para pembesar negara, tokoh agama, aparatur sipil, serta puluhan ribu umat yang turut berkabung. Abu jenazahnya ditebarkan ke sejumlah titik di seluruh negeri.[7]
Rekor dunia
Pada tahun 1985, Guinness World Records menobatkan Mingun Sayadaw sebagai pemegang rekor dunia untuk kategori memori/daya ingat manusia. Catatan resminya berbunyi:
Memori manusia: Bhandanta Vicitsara (sic) melafalkan 16.000 halaman teks kanonik Buddhis di Rangoon, Burma pada bulan Mei 1954. Fenomena langka terkait memori eidetik – yakni kemampuan merekam sekaligus memanggil kembali ("melihat") materi secara visual – yang diakui dalam disiplin sains.[15][16]
Warisan
Warisan peninggalan Mingun Sayadaw tertuang ke dalam dua bentuk, yakni warisan spiritual dan warisan materiel.
Spiritual
Selain manuskrip-manuskrip yang dituliskannya, ia telah menjadi simbol dedikasi mendalam masyarakat Burma terhadap Buddhisme dan wujud teladan luhur Sangha Buddhis Burma. Pelafalannya mengenai kitab Paṭṭhāna beserta sutta-sutta lainnya diakui sebagai salah satu produk audio Buddhis yang paling laris diminati di Myanmar.[butuh rujukan]
Materiel
- Ia memprakarsai proyek pembangunan Pusat Kesehatan Khusus Jīvitadāna Sāsana di Mandalay, sebuah rumah sakit yang pengunaannya dikhususkan bagi kaum religius. Fasilitas medis ini dilengkapi 100 ranjang dan perkakas kedokteran modern, serta diresmikan secara langsung oleh Mingun Sayadaw pada tanggal 18 Agustus 1990.[2]

- Pada 17 Oktober 1980, Mingun Sayadaw yang saat itu beranjak ke usia 70 tahun, diberi mandat oleh pemerintah negara untuk menjadi ketua Komite Konstruksi dan Pendanaan Universitas Pariyatti Sāsana Negeri Mandalay. Pasca memutuskan tata letak kampus, ia mengembara menyusuri seantero negeri guna menjaring para penyokong dana dan memberikan ceramah agamanya.[note 1] Enam tahun berselang, kampus ini secara resmi beroperasi pada 21 Agustus 1986.[4][5]
Catatan
- ^ Meskipun realisasi pembangunan Universitas Negeri ini bertumpu pada kebijakan pemerintah, sumber suntikan dananya dikumpulkan hampir seutuhnya oleh kalangan donatur maupun sukarelawan yang bersedia menyumbang berkat ketenaran nama Mingun Sayadaw.
Referensi
- ^ Biography of The Most Venerable Mingun Sayadaw, 1991, hlm. 4-6.. Diakses tanggal 26 November 2024.
- ^ a b c d e Tathagata Meditation Center. Mingun Sayadaw.. Diakses tanggal 26 November 2024.
- ^ a b c Biography of The Most Venerable Mingun Sayadaw, 1991, hlm. 10.. Diakses tanggal 26 November 2024.
- ^ a b "A Brief History of the Establishment of State Pariyatti Sasana University". Association of Theravāda Buddhist Universities. Diakses tanggal 26 November 2024.
- ^ a b Biography of The Most Venerable Mingun Sayadaw, 1991, hlm. 21. . Diakses tanggal 26 November 2024.
- ^ a b c d Biography of The Most Venerable Mingun Sayadaw, 1991, hlm. 4. . Diakses tanggal 26 November 2024.
- ^ a b Original Buddhas. Mingun Sayadaw . Diakses tanggal 26 November 2024.
- ^ Biography of The Most Venerable Mingun Sayadaw, 1991, hlm. 8.. Diakses tanggal 26 November 2024.
- ^ Biography of The Most Venerable Mingun Sayadaw, 1991, hlm. 11.. Diakses tanggal 26 November 2024.
- ^ Biography of The Most Venerable Mingun Sayadaw, 1991, hlm. 12-13, 16.. Diakses tanggal 26 November 2024.
- ^ The Contribution of Mingun Sayadaw To The Sixth Great Buddhist Council.
- ^ Mingun Sayadaw (1991–1998). The Great chronicles of Buddhas, 6 volumes. Ti Ni Publishing Centre, Yangon. hlm. 3583 (6 vol).. Ini adalah terjemahan dari bahasa Burma ke bahasa Inggris oleh U Ko Lay dan U Tin Lwin. Masing-masing dari 6 volume ini terdiri atas 2 bagian, sehingga total menjadi 12 buku. Teks asli bahasa Burma adalah mahakarya Yang Mulia Mingun Sayadaw, yang disusunnya dari tahun 1956 hingga 1969. Diakses tanggal 26 November 2024. Edisi digital yang lebih baru (2008) dapat diakses secara daring (lihat detail pada bagian "Pranala luar").
- ^ The Power Behind the Robe., artikel dipublikasikan di surat kabar Burma The Irrawaddy pada 20 September 2013 (tautan menuju buku yang dikutip dalam artikel ini: Gustaaf Houtmann. Mental Culture in Burmese Crisis Politics, 402 hlm., 1999. Diakses tanggal 26 November 2024)
- ^ The Most Venerable Mingun Sayadaw, 1991, hlm. 13.. Diakses tanggal 26 November 2024.
- ^ "MingunSayadaw". www.tbsa.org. Diarsipkan dari asli tanggal 2001-02-16. Diakses tanggal 26 November 2024.
- ^ Biography of The Most Venerable Mingun Sayadaw, 1991, hlm. 29. . Diakses tanggal 26 November 2024.
Daftar pustaka
- Tipitaka Nikaya Ministrative Organization (1991). The Most Venerable Mingun Sayadaw. TI=NI Publishing Centre. hlm. 40. Diakses tanggal 26 November 2024.
Lihat pula
- Sidang Buddhis Keenam
- Ujian Seleksi Tipiṭakadhara Tipiṭakakovida
- Ujian sangha
- Buddhisme di Myanmar
- Sayadaw
Pranala luar
- DVD Biografi Mingun Sayadaw, Asosiasi Mingun. Yangon.
- The Most Venerable Sayadaw U Vicittasarabhivamsa (1911 - 1993).
- Ven. Mingun Sayadaw, The Great Chronicles of Buddhas, 1744 hlm, 2008, Edisi Singapura. Ini merupakan kompilasi 6 volume yang dipublikasikan pada 1991-1998 (versi cetak yang telah disebut di atas). Diakses tanggal 26 November 2024.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.