Pascakanonika
Pascakanonika atau pasca-kitab suci (Inggris: post-canonical texts), juga disebut sebagai parakanonika (Inggris: paracanonical texts), nonkanonika, dan ekstrakanonika, merujuk pada kumpulan literatur Buddhis yang ditulis setelah penyusunan Kanon Pāli (Tipitaka). Teks-teks ini dianggap sebagai suplemen atau pelengkap penting untuk ajaran inti yang terkandung dalam Tipitaka.[1][2] Kitab-kitab pascakanonika dapat dianggap terbagi ke dalam tiga periode sejarah. Periode pertama ("klasik") membentang dari sekitar abad ke-3 SM hingga sekitar abad ke-5 M. Periode kedua ("komentar") berlangsung dari abad ke-5 hingga abad ke-11, dan periode ketiga ("modern") dimulai pada abad ke-12.[3]
Sejarah dan perkembangan
Pada abad-abad setelah wafatnya Buddha dan penyelenggaraan Konsili Buddhis Pertama, para arahat dan biku cendekiawan mulai menyusun komentar, penjelasan, penjabaran, catatan meditasi, dan catatan sejarah mereka sendiri terkait ajaran Tipitaka. Awalnya, materi-materi ini diwariskan secara lisan di dalam sangha monastik. Mirip dengan Tipitaka, banyak dari teks ini mulai ditulis sekitar pergantian Era Umum. Sebagian besar teks awal ini ditulis dalam bahasa Sinhala dan disimpan di wihara-wihara hutan dan candi-candi di Sri Lanka, sehingga aksesnya terbatas hanya untuk cendekiawan Sinhala. Literatur ini baru menjadi tersedia secara luas bagi dunia Theravāda setelah fragmen-fragmen yang tersebar tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Pāli dan disusun menjadi teks yang koheren. Upaya kodifikasi ini terutama dilakukan oleh cendekiawan besar India, Buddhaghosa, pada abad ke-5 M.[1][2]
Kitab-kitab kuasikanonika
Kuasikanonika (Inggris: quasi-canonical texts), juga disebut semikanonika, adalah istilah yang digunakan oleh para cendekiawan Buddhis untuk merujuk pada berbagai kitab di bagian-bagian akhir Tripitaka Pali milik Buddhisme Theravāda, biasanya merujuk pada kitab-kitab yang kadang-kadang dianggap termasuk dalam Khuddakanikāya.
Kitab-kitab komentar
Kitab-kitab ikhtisar
Referensi
- ^ a b "The Paracanonical Pali Texts". Access to Insight. Diakses tanggal 2025-10-25.
- ^ a b "Beyond the Tipitaka: A Field Guide to Post-canonical Pali Literature". Access to Insight. Diakses tanggal 2025-10-25.
- ^ Matthews (1995, p. 123) describes the three periods in the following manner:
- ... Ñāṇamoli and others argue that the classical age ended about the 4th century AD. It included the canonical period, which saw the establishment of the Tipiṭaka over a period of three or four centuries, and the setting down of the Milindapañha just before the beginning of the Christian era. Between the 1st and 5th centuries, however, a pronounced decline in religious interpretation persisted until Buddhaghosa, c. 400. With Buddhaghosa, the great age of commentaries commenced, inspiring a host of profound exegetical work. It was also the beginning of post-classical development in the Theravāda. If one takes Ñāṇamoli's chronology one step further, the commentarial period is, in turn, slowly sapped of its initiative until it finally expires with the Coḷa invasions of Lanka in about 1000. Only when a Buddhist polity is restored there by Parākramabāhu I (1153-1168) does the 'modern' era in Theravāda history begin....
Daftar pustaka
- Bullitt, John T. "Panduan untuk Literatur Pāḷi Pasca-Kitab Suci" [Beyond the Tipitaka: A Field Guide to Post-canonical Pali Literature]. Dalam Kurniawan, Andrea; Suryametta, Sidharta (ed.). Risalah tentang Parami-Parami dari Kitab Komentar untuk Cariyāpiṭaka (PDF). Diterjemahkan oleh Laura Perdana. hlm. 10–31. — versi web di DhammaCitta.
- Hinüber, Oskar von (1996; pbk. ed. 2000). A Handbook of Pāli Literature. Berlin: Walter de Gruyter. ISBN 3-11-014992-3.
- Malalasekera, G.P. (1937–38). Dictionary of Pāli Proper Names . Pali Text Society. Diakses 2008-07-11 dari "What the Buddha said in plain English!" di http://what-buddha-said.net/library/DPPN/index_dict.ppn.htm.
- Norman, K.R. Pali Literature, Otto Harrassowitz, Wiesbaden, 1983.
Pranala luar
- (Indonesia) "Panduan untuk Literatur Pāḷi Pasca-Kitab Suci" oleh John T. Bullitt (terj. Laura Perdana) di situs web DhammaCitta. (Versi PDF, termuat dalam Risalah tentang Parami-Parami dari Kitab Komentar untuk Cariyāpiṭaka, hlm. 10–31).
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.