Candra

Candra
Dewa bulan, malam, dan tumbuhan[1][2]
Anggota Nawagraha
Chandra
Nama lain
  • Soma
  • Candrama
  • Sasanka
  • Nisakara
  • Sasi
Dewanagariचन्द्र
IASTCandra
Genderpria
AfiliasiDewa, Graha, Dikpala
KediamanCandraloka
PlanetBulan
MantraOm Chandramasē Namaha
Warna kulitPutih[3]
SenjataPasa
Wahanakereta yang dihela antelop
HariSenin
Angka2, 11, 20, 29
Keluarga
Orang tua
SaudaraDurwasa dan Dattatreya
IstriRohini (istri utama) dan 26 Naksatra
AnakBudha, Warcasa, Badra, Jyotsnakali[4]
Padanan
RomawiLuna
YunaniSelene

Dalam agama Hindu, Candra (Dewanagari: चन्द्र; ,IASTCandra, चन्द्र) adalah dewa bulan, sekaligus seorang Graha. Candra juga disamakan dengan Soma, dewa bulan dalam kitab Weda. Kata Soma merujuk kepada minuman manis dari tanaman, sehingga Candra menjadi penguasa tanaman dan tumbuhan.

Candra digambarkan sebagai dewa yang berparas tampan, berlengan dua dan memegang gada dan teratai. Konon setiap malam ia mengendarai keretanya untuk melintasi langit. Keretanya ditarik oleh sepuluh kuda putih, atau kadang kala ditarik kuda. Meski antilop adalah hewan yang biasa dilukiskan bersamanya dalam simbol-simbol, kelinci juga dikeramatkan olehnya dan seluruh kelinci berada dalam perlindungannya. Candra dikaitkan dengan embun, dan ia juga salah satu dewa kesuburan. Candra sebagai Soma, mengetuai Somawara atau hari Senin.

Candra merupakan ayah Budha. Ia merupakan suami bagi Rohini, Anurada dan Bharani, yang merupakan 27 Naksatra (rasi bintang), para putri Daksa

Mitologi

Dalam mitologi Hindu, terdapat banyak legenda mengenai Candra.

Pada salah satu legenda, Candra bertemu Tara, istri dari Wrehaspati (dewa planet Yupiter). Dari perkawinan mereka, Tara kemudian hamil dan melahirkan Budha (dewa planet Merkurius). Wrehaspati menjadi kecewa dan mengadakan perang. Para dewa pun terlibat, kemudian Tara kembali ke Wrehaspati. Putra Budha adalah Pururawa yang mendirikan Dinasti Candra.[5]

Candra menikahi 27 putri dari Daksa. Candra lebih mencintai Rohini di antara semua istri-istrinya. Istri-istri lainnya merasa cemburu dan mengadu kepada Daksa yang kemudian memberikan kutukan kepada Candra. Kutukan pun kemudian terlepaskan hanya ketika Candra mengabdikan dirinya kepada dewa Siwa, yang melepaskan sebagian kutukannya.[5]

Referensi

  1. ^ Vinod ChandraaSrivastava (2008). History of Agriculture in India, Up to C. 1200 A.D. Concept Publishing. hlm. 557. ISBN 978-81-8069-521-6.
  2. ^ Edward Washburn Hopkins 1968, hlm. 90.
  3. ^ "Significance of Colors in Astrological Remedies - astrosagar.com". Diarsipkan dari asli tanggal 21 October 2019. Diakses tanggal 10 June 2018.
  4. ^ "Jyotsnakali, Jyotsnākālī: 4 definitions". 16 March 2019.
  5. ^ a b Roshen Dalal (2010). Hinduism: An Alphabetical Guide. Penguin Books India. hlm. 393–394. ISBN 978-0-14-341421-6.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.