Manibadra

Manibadra
Dewa harta
Arca "yaksa dari Parkham" yang menggambarkan Manibadra.
Nama lainManigriwa
Genderpria
AfiliasiDewa, yaksa
KediamanAlkapuri
PustakaBhagawatapurana, Ramayana, Mahabharata
Senjatatombak
Wahanagarangan
KepercayaanHindu India
Keluarga
Orang tua
SaudaraNalakubara
IstriGandarwakumari dan Puniajani

Manibadra (Dewanagari: मणिभद्र; ,IASTMaṇibhadra,; arti: "seindah permata") atau Manigriwa adalah salah satu yaksa (golongan makhluk gaib) utama dalam agama Hindu. Dia adalah dewa yang populer pada zaman India kuno. Dia disebut dalam sastra Hindu sebagai putra Kuwera, dewa kekayaan. Dia memiliki saudara bernama Nalakubara.

Legenda

Manibadra disebutkan sebagai putra Kuwera dan Badra. Dia dikisahkan memiliki saudara laki-laki bernama Nalakubara. Dalam wiracarita Hindu Ramayana, Manibadra bertempur dengan Rahwana untuk mempertahankan Alengka, tetapi gagal.[1] Dalam wiracarita Hindu Mahabharata, Manibadra disebutkan bersama Kuwera sebagai pemimpin para yaksa. Arjuna—salah satu tokoh utama Mahabharata—dikisahkan pernah memujanya.[2]

Kitab Bhagawatapurana menceritakan sebuah kisah tentang dua bersaudara, Manibadra dan Nalakubara. Pada suatu hari, saat mereka sedang bermain dengan istri atau pasangan masing-masing di sungai Gangga, mereka dalam kondisi mabuk dan telanjang. Ketika resi suci Narada lewat—dalam perjalanan untuk mengunjungi Wisnu—para wanita menutupi diri mereka, tetapi kedua bersaudara itu terlalu mabuk untuk melihat sang resi, dan mulai menyombongkan diri. Narada memberi hukuman dengan mengutuk mereka menjadi pohon, dan kutukan itu hanya dapat dihapuskan oleh awatara Wisnu.

Pada zaman Dwaparayuga, Kresna (salah satu awatara Wisnu) yang masih bocah diikat ke lesung oleh Yasoda sebagai hukuman karena memakan tanah.[3] Kresna pun merangkak dengan lesung tersebut, yang kemudian tersangkut di antara dua pohon jelmaan Manibadra dan Nalakubara. Kresna—dengan menggunakan mukjizatnya—mencabut pohon-pohon itu, sehingga membebaskan Nalakubara dan Manibadra dari kutukan.

Referensi

  1. ^ Ramayana: King Rama's Way, William Buck, Barend A. Van Nooten, Shirley Triest, University of California Press, Nov 1, 2000, p. 32–33
  2. ^ Hinduism: An Alphabetical Guide, Roshen Dalal, Penguin Books India, Oct 5, 2011, p. 240
  3. ^ Prabhupada, His Divine Grace A. C. Bhaktivedanta Swami; Prabhupada, Disciples of His Divine Grace A. C. Bhaktivedanta Swami (1977-12-31). Srimad-Bhagavatam, Tenth Canto: The Summum Bonum (dalam bahasa Inggris). The Bhaktivedanta Book Trust. ISBN 978-91-7149-643-0.

Pranala luar

  • Media terkait Manibadra di Wikimedia Commons

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.