Candraganta
| Candraganta | |
|---|---|
Penghancur para asura | |
| Gender | wanita |
| Afiliasi | Awatara Durga dan Parwati |
| Planet | Venus |
| Mantra | Piṇḍajapravarārūḍhā caṇḍakopāstrakairyutā prasādaṁ tanute mahyaṁ candraghaṇṭeti viśrutā |
| Senjata | trisula, gada, pedang, busur panah, anak panah |
| Wahana | harimau |
| Kepercayaan | Hindu |
| Aliran | Sakta |
| Keluarga | |
| Suami | Siwa dalam wujud Candrasekara |
Candraganta (Dewanagari: चन्द्रघण्टा; IAST: Candraghaṇṭā; arti: '[memakai] Bulan sebagai genta')[1] adalah salah satu dewi dalam agama Hindu. Dia merupakan manifestasi dari Mahadewi, yang dipuja sebagai penghancur para asura atau demon, dan pelindung para umatnya.[2] Dia merupakan dewi ketiga di antara Nawadurga, dan disembah pada hari ketiga Nawaratri.
Legenda
Candraganta dikisahkan muncul saat pernikahan Dewa Siwa dan Parwati. Menurut cerita, menjelang hari pernikahannya, Siwa datang ke kediaman Parwati dengan penampilan yang tidak lazim (tubuh berlumur abu, berkalung ular, dan mengenakan untaian tengkorak), menunggangi lembu Nandini, serta diiringi oleh siluman, demit, dan gana, yang meraung-raung dan menari-nari liar. Keluarga Parwati gentar menyaksikan kedatangan Siwa. Sukacita menyambut pernikahan pun berubah menjadi ketakutan dan kecemasan.
Untuk menjaga martabat keluarganya―serta mengimbangi penampilan Siwa yang sangar―maka Parwati memutuskan untuk menampakkan kekuatan ilahinya. Kemudian dia berubah menjadi seorang dewi yang tampak berkilauan, mengendarai harimau, memiliki sepuluh lengan yang masing-masing membawa senjata. Di dahinya terdapat simbol bulan sabit (candra) bersinar yang menyerupai suatu genta (ghaṇṭā), sehingga disebut "Candraganta".
Saat dia mendekati Siwa dengan wujud tersebut, Siwa memohon agar dia kembali seperti semula. Sebaliknya, Candraganta meminta Siwa untuk menampakkan wujud yang lebih ramah. Kemudian acara pernikahan mereka pun dilangsungkan.[3]
Referensi
- ^ Marlow, Chris (2019-10-29). Navaratri: Prayers, Praises and Hymns (dalam bahasa Inggris). Lulu.com. hlm. 40. ISBN 978-0-244-22986-3.
- ^ Naik, Prof Katta Narasimha Reddy, Prof E. Siva Nagi Reddy, Prof K. Krishna (2023-01-31). Kalyana Mitra: Volume 5: Art (dalam bahasa Inggris). Blue Rose Publishers. hlm. 374. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
- ^ Sharma, Dr Yatendra (2025-06-04). Hindu Festivals (dalam bahasa Inggris). Giri Trading Agency Private Limited. hlm. 189. ISBN 978-81-7950-959-3.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.