Dewasena
| Dewasena | |
|---|---|
Lukisan Dewasena di ribaan Kartikeya, karya Ravi Varma. | |
| Nama lain | Deivayanai, Amritavalli, Sasti |
| Afiliasi | Dewi |
| Wahana | gajah, atau kucing (dalam wujud Sasti) |
| Dewa/dewi terkait | Sasti |
| Pemujaan | |
| Kepercayaan | Hindu |
| Aliran | Kaumaram |
| Daerah | India Selatan |
| Keluarga | |
| Orang tua | Versi Purana: Indra dan Saci Versi Mahabharata: Daksa |
| Pasangan | Kartikeya |
| Anak | Saka |
Dewasena (Dewanagari: देवसेना; IAST: Devasenā; Tamil: தேவசேனா, Tēvacēṉā) alias Deivayanai adalah dewi Hindu dan permaisuri dari dewa perang Hindu Kartikeya. Dia adalah putri dari Indra, penguasa Surga.
Kelahiran
Deivanai adalah putri dari Brahma, yang ditinggalkan di bawah asuhan gajah putih milik Indra, Airawata. Oleh karena itu, dia bernama Deivayanai (dewi dibesarkan oleh seekor gajah). Dia juga adalah Amritavalli, putri Wisnu di kelahiran sebelumnya. Dia bersama dengan kakaknya Sundaravalli, melakukan pertapaan hebat untuk menjadi pendamping Murugan. Ia senang dengan pengabdian mereka, muncul di depan mereka dan memberikan anugerah perkawinan di kelahiran berikutnya.
Kelahiran Murugan dan pernikahan
Setan Tarakasura diberikan anugerah oleh Dewa Brahma bahwa dia tidak akan dikalahkan oleh orang lain selain anak yang lahir dari Dewa Siwa. Siwa berada di bawah pertapaan hebat karena terpisah dari istrinya, Dewi Sati. Tarakasura berpikir bahwa pertapaan Siwa tidak bisa diganggu dan tidak akan ada anak yang lahir bagi dia. Berbekal anugerah, iblis beserta sekutunya menyerang para dewa, mengusir Dewa Indra dan menaklukkan surga. Wisnu, bersama dengan para dewa mendapat Dewa Siwa menikah dengan Dewi Parwati. Dewa Arumugan (dewa bermuka enam) lahir dan ditakdirkan untuk mengalahkan setan Tarakasura.
Kartikeya memimpin pasukan dewa dan mengalahkan pasukan Tarakasura di Tiruchendur. Ia mengembalikan kerajaan surga kepada Indra. Indra meminta-Nya untuk menikahi putrinya, Deivanai. Kartikeya setuju dan pernikahannya berlangsung di Thirupparamkunram, yang juga merupakan salah satu Arupadaiveedu pada hari Panguni Uthram.
Lihat juga
Referensi
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.